Cari situs lain disini

Rabu, 29 Juni 2011

PROYEK PEMERINTAH DIBUAT ASAL-ASALAN DAN TERTUTUP UNTUK UMUM

Bondowoso X-pose- Pekerjaan proyek berupa plengseng di Desa Bercak Induk Kecamatan Cerme ditengarai tidak bekerja dengan wajar dengan bukti hasil infestigasi dilokasi ditemukan jika batu yang terpasang untuk pondasi berfariasi, dari ukuran kecil sampai dengan ukuran super besar sedangkan kwalitas campurannyapun sangat tidak memenuhi syarat dengan terbukti sampel campuran sudah diambil oleh Tim-7 LPPNRI Bondowoso, sebagai bukti laporan ke kejaksaan Negeri Bondowoso.
Lebih parah lagi papan informasi sampai pekerjaan hampir selesai juga tidak terpasang sehingga diduga kuat jika dengan tidak terpasangnya plang tersebut terindikasi untuk menyembunyikan diri dari pengawasan wartawan dan LSM sehingga CV mana serta berapa anggaran yang dikerjakan tidak ada yang mengetahuinya namun dari keterangan pelaksana saat dikonfirmasi di lokasi menerangkan jika anggarannya senilai Rp.82 juta bahkan tidak tanggung-tanggung walikota surabaya juga dicatut namanya yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan proyek tersebut,
Dari pengakuan pelaksana pekerjaan yakni Budi asal Situbondo bahwa CV yang mengerjakannya adalah IKK dan sebagai pemilik CV nya adalah Riswanto adik dari walikota surabaya, namun hal tersbut menjadi teka-teki para wartawan dan LSM yang ikut serta memantau tentang pelaksanaan pembangunan yang ada diwilayah Bondowoso, yang membuat kecurigaan masyarakat dan para LSM serta para kuli tinta yang turun langsung memantau pelaksanaan pembangunan yang ada di wilayah Cerme, kenapa pekerjaan sudah separuh namun plang belum dipasang.(CIP/KIR)

SEKDA ANGGARKAN PEMBELIAN MOBIL DINAS DIBALIK JERITAN MASYARAKAT MISKIN

Bondowoso,x-pose.
APBD Bondowoso yang mencapai 80% terserap untuk gaji pegawai Negeri sedang sisanya, 20% teralokasi kepada kegiatan pembangunan termasuk Sekda Bondowoso yang berencana menganggarkan dana untuk pembelian mobil dinasnya padahal masyarakat Bondowoso menangis dan menjerit karena keterpurukan ekonomi yang melilit dan sangat pantas jika Bondowoso mendapat rangking ke-dua se JATIM sebagai kabupaten termiskin jadi ini sudah merupakan bukti jika Bupati tidak mampu bekerja untuk kebutuhan masyarakat Bondowoso.
Sementara itu Rakyat Bondowoso selama krun waktu 15 tahun ini hanya menelan janji surga dari kalangan politisi serta birokrasi untuk mensejahterakan rakyat namun pada kenyataannya jika semua itu hanyalah janji politik tanpa ada bukti dan hal tersebut tidak bisa dipungkiri sehingga Ketua DPC-PDIP, Irwan Bahtiar menolak dengan terga rencana perekrutan CPNS 2011 yang diusulkan oleh BKD Bondowoso sebab dengan perekrutan tersebut berarti semakin memperparah keadaan apalgi dari hasil penelusuran, bahwa banyak PNS yang sebenarnya sudah tidak produktif bahkan bisa dikatakan hanya menunggu gaji tanpa bekerja dengan maksimal.
Selain itu mayoritas seluruh Fraksi, yakni F-PDI, F-PKNU(Parpol pendukung Bupati), F-GOLKAR, F-PKS, F-P3 juga meminta agar perekrutan CPNS tersebut untuk dikaji ulang dan proposional dan profesional sehingga Rakyat tidak menjadi korban kebijakan pemerintah daerah.(CIP)

 

Senin, 27 Juni 2011

SAUDARA DILAPORKAN KE POLISI KARENA PENGRUSAKAN

Bondowoso,x-pose.
Karena beberapa Pohon telah ditebang oleh Kusno warga Kelurahan Sekarputih, akhirnya salah satu ahli waris, Santuso(Putra ahli waris P.Daria) langsung melaporkannya kepada pihak Polsek Tegal Ampel karena Pohon yang ditebang tersebut berada di tanah milik P.Aref(Almr) yang sudah bersetifikat bahkan penebangan tersebut tanpa ada ijin dari keempat putra dari para ahli waris, Daria, Munasen, Munadi,dan Sumiati warga Desa Sekarputih RT.9.
Setelah menerima laporan tersebut akhirnya salah satu anggota Polsek Tegal Ampel dengan sigap langsung terjun ke TKP guna mengklarifikasi laporan tersbut.
Saat dikonfirmasi di TKP, Kusno selaku terlapor menjelaskan jika ia melakukan penebangan tersebut karena tanah akan diwakafkan sebagai tempat untuk makam umum apalagi ia merasa masih berhak atas tanah tersebut yang pernah dibeli oleh salah satu pihak keluarganya apalagi sudah mendapat persetujuan dari Lurah Sekarputih untuk membersihkan areal yang dianggap sebagai tanah milik keluarganya, sedangkan dari keterangan pihak pelapor justru Lurah Sekarputih melarang untuk mengambil apapun sebelum persoalan ini selesai.
Jadi Pihak keluarga pelapor berharap gara Pihak Polsek Tegal Ampel benar-benar menindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku dengan seadil-adilnya sebab ini jelas merupakan pengrusakan serta pencurian bahkan kayu yang sudah diangkut tersbut juga dianggap sebagai penggelapan.(CIP)

JALAN ASPAL DESA DI CERME RUSAK BERAT

Bondowoso,x-pose.
Jalan aspal di wilayah kecamatan Cerme dengan radius kiloan meter sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga akibatnya jalur transportasi masyarakat sedikit terhambat bahkan kerap menimbulkan kecelakaan bagi para pengendara, namun sebenarnya pada saat kunjungan kerja Bupati dan DPRD Bondowoso sudah sering kali disampaikan oleh masyarakat namun sejauh ini belum ada tanggapan serius.
Sangat disayangkan jika jalan aspal di cerme tidak segera diperbaiki, sebab dengan adanya perbaikan tersebut maka para pengguna jalan yang mayoritas adalah masyarakat di kecamatan cerme semakin dapat dengan mudah melakukan aktifitasnya tanpa lagi terganggu dengan kerusakan jalan apalagi pada saat musim kemarau debu tanpa kompromi beterbangan yang menyebabkan polusi udara bahkan dapat pula menyebabkan penyakit tertentu.
Diharapkan oleh masyarakat agar supaya pemerintah daerah segera memperhatikan hal tersebut terutama dari Dinas Binamarga dan Cipta Karya Bondowoso dengan mengupayakan perbaikan-perbaikan seperti tambal sulam dsb.(CIP)

Sabtu, 25 Juni 2011

Diberi Minuman Gadis Wonosalam “Digarap” di Tempat Wisata

MATA-MATA (Jombang)-  Nahas menimpa gadis belia sebut saja Rara (13) warga Desa Pangklungan, Kecamatan Wonosalam.  Usai menonton pentas kesenian tradisional gadis ABG ini malah menjadi korban pemerkosaan.

Pelakunya diduga tetangga sendiri, bernama Hd (17) warga Dusun Babatan, Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam. Sebelum disetubuhi korban sempat diberi minuman hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Tentu saja, orang tua korban yang mendapati anak gadisnya diperlakukan tak senonoh tak terima. Orang tua korban lantas melaporkan kasus itu ke Polres Jombang. Kini kasusnya ditangani serius Tim Penyidik Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) di Satreskrim Polres.
”Saat ini kami masih meminta keterangan korban, termasuk dilakukan visum,” kata AKP Heru Nur Hidayat Kasatreskrim Senin (20/6). Informasi di Mapolres Jombang menyebutkan kasus yang menimpa Rara sebenarnya terjadi 27 Mei 2011 lalu.
Saat itu korban diajak tetangganya menonton wayang kulit di Dusun Dampak, Desa Pangklungan. Mendengar anak gadisnya diajak menonton pertunjukan, orang tua korban mengijinkan. Apalagi yang mengajak anak gadisnya sangat dia kenal.
Saat asyik menonton korban bertemu dengan pelaku bersama temannya yang mengaku bernama Adi. Entah karena bosan melihat pertunjukan wayang kulit atau terbujuk rayuan pelaku korban mau diajak menonton pertunjukan kesenian jaranan di tempat lain.
Mereka langsung berboncengan tiga mengendarai motor, menuju ke tempat pertunjukan jaranan di Desa Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.Tak lama menikmati pertunjukan jaranan korban disodori minuman oleh Hd.
Karena haus korban tak punya pikiran macam – macam dan langsung meminumnya. Meski sempat merasakan rasa aneh di dalam minuman itu, Rara tetap menghabiskannya. Usai minum beberapa saat korban merasakan kepalanya pusing. Korban sempat meminta pelaku mengantarkan pulang.
Sementara teman satunya lagi masih menikmati pertunjukan jaranan. Namun di tengah perjalanan sekitar pukul 21.00 WIB pelaku malah membawa korban ke tempat wisata Gua Sigolo -Golo, Desa Pangklungan.
Korban yang merasa sudah tak berdaya hanya bisa menurut saja. Di tempat sepi itu pelaku yang sudah dirasuki nafsu setan langsung menindih tubuh korban.
Pelaku denga leluasa menyalurkan nafsu birahinya kepada korban yang tak sadarkan diri. Setelah puas, pelaku lantas mengantarkan Rara pulang.
Usai peristiwa itu korban terlihat murung dan selalu mengurung diri di kamar. Tentu saja sikap korban membuat curiga orang tuanya. Akhirnya, setelah didesak korban menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya. Kontan saja, orang tua korban tak terima dan melaporkan pelaku ke Polres Jombang. Syh

Jumat, 24 Juni 2011

Pemkot Surabaya Tolak Tutup Dolly

Surabaya X-pose – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan tidak akan menutup lokalisasi Dolly. Sebelumnya, Dinas Sosial Surabaya dan Kecamatan Sawahan merencanakan menutup Dolly 2 tahun lagi.

Menurut Risma, pihaknya mempertimbangkan efek penutupan Dolly terhadap masyarakat sekitar. Masyarakat mengantungkan hidup dari parkir dan membuka warung di lokalisasi Dolly. 

”Saya tegaskan, kami harus memikirkan efek sebelum melakukan penutupan,” kata Risma.. 

Risma memilih fokus pada pemberdayaan pekerja seks komersial dan masyarakat yang tinggal di lokalisasi. Diantaranya memberikan pelatihan keterampilan sehingga PSK dapat alih profesi. 

Pemerintah Kota Surabaya akan membatasi jam operasional lokalisasi Dolly dari pukul 09.00-01.00. Wisma juga dilarang menerima PSK baru. Pemkot menargetkan jumlah PSK turun dari 1.132 orang menjadi 750 pada akhir tahun 2012. (red)